PETA POTENSI DAN MASALAH DESA
Dalam menentukan peta potensi dan masalah yang terdapat di Desa Jono Oge dilakukan melalui proses penjaringan masalah dan penggalian masalah. Proses Penjaringan Masalah dan Penggalian Gagasan di tingkat dusun terhadap potensi dan masalah yang ada di Desa Jono Oge. dengan menggunakan 3 (tiga) alat kajian, yaitu :
- Sketsa Desa
- Kalender Musim
- Diagram Kelembagaan
Proses penjaringan masalah dan penggalian gagasan dilakukan melalui musyawarah dusun (Musdus) yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2023. Dari hasil Penjaringan Masalah dan penggalian gagasan tentang potensi dan masalah yang telah dilakukan tersebut, maka masalah dan potesi yang ada di Desa Jono Oge adalah sbb :
A. Peta Potensi Desa
Pelaksanaan penanggulangan kemiskinan akan optimal apabila didukung oleh potensi yang dimiliki oleh wilayah itu sendiri, baik yang berkait dengan potensi sumber daya alamnya maupun masyarakat/manusianya. Sehingga dapat diukur tingkat kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalahnya dengan strategi yang sistematis, jelas, dan terarah tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya. Peta potensi tersebut adalah :
1. Peta Potensi Sumber Daya Alam
Desa Jono Oge merupakan salah satu dari 13 desa yang berada di Kecamatan Sirenja. Luas wilayah Desa Jono Oge secara keseluruhan adalah seluas 27.500 Ha. Desa Jono Oge berada di ketinggian 15 meter di atas permukaan laut. Desa Jono Oge Kecamatan Sirenja secara topografi merupakan Dataran Rendah. Wilayah Desa Jono Oge yang beriklim tropik basah memiliki curah hujan sebesar 200-300 mm per tahun. Desa Jono Oge memiliki intensitas curah hujan sedang sehingga suhu udara tinggi dan kategori ini cukup untuk dapat mendukung kegiatan masyarakat dalam bidang pertanian.
Potensi di bidang pertanian dan perkebunan merupakan potensi unggulan yang terdapat di Desa Jono Oge. Komoditas Padi, jagung, singkong, kangkung,kacang tanah tanaman hortikultura sangat dominan didukung oleh lahan yang subur, iklim yang baik serta kemampuan petani dalam bidang pertanian yang memadai. Adanya beberapa sumber air di Desa Jono Oge menjadikan sumber pengairan utama bagi masyarakat petani disekitar Desa Jono Oge sehingga pada saat musim kemarau dapat menjadi sumber cadangan air yang cukup potensial untuk dimanfaatkan. Iklim di Desa Jono Oge terdapat dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Di Desa Jono Oge terdapat jalan utama yang merupakan aksesibilitas atau jalur penghubung yaitu menghubungkan antar desa dan merupakan jalur penghubung untuk memasarkan hasil pertanian. Potensi sumber daya alam lainnya yang juga banyak terdapat di desa Jono Oge adalah berupa kayu, bambu dan pasir yang merupakan bahan dasar dalam pembangunan infrastruktur bangunan dan lain-lain. Selain itu masih banyak sumber daya alam yang masih bisa digali dan dikembangkan, yang diantaranya terdapat di tabel berikut :
Tabel Sumber Daya Alam Desa Jono Oge
|
No
|
JENIS SUMBER DAYA ALAM
|
JUMLAH
|
KETERANGAN
|
|
1
|
Tanah kebun milik desa
|
0,75 ha
|
|
|
2
|
Lahan persawahan
|
141,50 Ha
|
|
|
3
|
Lahan perkebunan/ladang
|
270 Ha
|
|
|
4
|
Lahan pekarangan
|
36,5 Ha
|
|
|
5
|
Palawija
|
5 lokasi
|
|
|
6
|
Sungai
|
3 lokasi
|
|
|
7
|
Sumber mata air
|
2 lokasi
|
|
|
8
|
Jalan desa dan dusun
|
8.000 m
|
|
|
9
|
Jalan kabupaten
|
4.000 m
|
|
|
10
|
Tanah makam
|
1 lokasi
|
|
2. Peta Potensi Sumber Daya Manusia
Selain pemetaan RTM (Rumah Tangga Miskin), juga dipetakan warga yang peduli (relawan/tokoh masyarakat/tokoh pemuda/tokoh agama dan tokoh perempuan) terhadap pelaksanaan penanggulangan kemiskinan. Hal ini dilakukan karena hanya merekalah yang mampu menjadi ujung tombak dalam proses penanggulangan kemiskinan. Tumpuan keberhasilan Penanggulangan Kemiskinan ada ditangan para warga peduli. Para relawan/tokoh masyarakat/tokoh pemuda/tokoh agama dan tokoh perempuan ini akan secara ikhlas bahu-membahu bersama Desa memberikan support baik berupa tenaga, pikiran, ataupun masukan yang membangun bagi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di lingkungannya tanpa mengharapkan imbalan materi.
Potensi Sumber Daya Manusia yang ada di Desa Jono Oge masih perlu digali, berbagai tenaga trampil di bidang pertanian, perkebunan, industry mesin pertanian, perbengkelan, dan teknologi dan informasi serta lainnya merupakan modal bagi pembangunan ekonomi dan pertanian, namun potensi ini belum bisa dimaksimalkan. Meski Desa Jono Oge populasi jumlah penduduk yang tidak terlalu padat dan cepat, tetapi sumber daya manusia yang ada cukup berkembang. Desa Jono Oge memiliki beberapa tenaga trampil di bidang industry kerajinan, pertanian. Selain itu terdapat juga industri dan jasa pembuatan meubel, perbengkelan, ahli dibidang bangunan. Berbagai potensi yang terdapat di desa Jono Oge seperti potensi industri seperti industri kerajinan, industry meubel, industry Gilingan Padi, perbengkelan dan pertukangan lainnya.
Potensi tersebut berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian di Desa Jono Oge. Selain potensi diatas banyak juga potensi sumber daya manusia yang lainnya, yang diantaranya :
- Adanya Sarjana lulusan perguruan tinggi dari berbagai lulusan.
- Sumber daya Usia produktif baik laki-laki maupun perempuan.
- Adanya kader kesehatan posyandu di setiap Dusun yang bisa menunjang tarap kesehatan warga dan mengurangi resiko kematian disaat melahirkan.
- Unsur kelembagaan yang sudah lengkap mulai dari Perangkat Desa, BPD, LPM, PKK, Posyandu, Kelompok tani, Desa siaga.
B. Masalah Yang Dihadapi Desa
- Masalah PembangunanWilayah
- Masalah di Bidang Pekerjaan Umum
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Perlunya perbaikan saluran irigasi desa jono oge yang memiliki banyak kendala
|
V
|
V
|
V
|
|
Perlunya Peningkatan jalan menuju kantong produksi
|
V
|
V
|
V
|
|
Perlunya Peningkatan jalan lingkar tani
|
V
|
V
|
V
|
|
Perlunya Pembangunan jaringan listrik diwilayah pemukiman dusun I II dan III
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Sumber Daya Air
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Masih banyaknya saluran drainase (pembuangan limbah rumah tangga) yang kondisinya rusak dan belum terpenuhi
|
V
|
V
|
V
|
|
Masyarakat pada musim kemarau tidak bisa menanam padi atau bertani, karena jaringan air susut
|
V
|
V
|
V
|
|
Pada musim penghujan banyak terjadi kerusakan pada jaringan perpipaan air bersih di dua sumber mata air
|
V
|
V
|
V
|
|
Saluran Air Berskala Desa sudah mulai rusak
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Lingkungan Hidup
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Masih terdapat rumah warga yang tidak layak huni
|
V
|
V
|
V
|
|
Masih ada rumah dari keluarga miskin yang tidak dilengkapi dengan jamban keluarga
|
V
|
V
|
V
|
|
Sekitar 30% lingkungan jalan Desa dan gang belum diterangi listrik
|
V
|
V
|
V
|
|
Terjadi penyempitan lahan pemakaman umum yang berbatasan langsung dengan lahan milik masyarakat.
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah Sosial Budaya
- Masalah di Bidang Pendidikan
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Banyak warga miskin yang tidak dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi (minimal SMP) karena biiaya pendidikan yang tidak terjangkau
|
V
|
V
|
V
|
|
Banyaknya pemuda/i kurang memiliki ketrampilan di sebabkan keterbatasan fasilitas
|
V
|
V
|
V
|
|
Cara pandang masyarakat terhadap jenjang pendidikan yang masih kurang.
|
V
|
V
|
V
|
|
Masih banyak anak yang masuk katagori usia Wajib Belajar tidak bisa bersekolah
|
V
|
V
|
V
|
|
Sekitar 40% masyarakat usia produktif belum memiliki pekerjaan tetap
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Kesehatan
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Masih banyaknya kurang pemahaman tentang pentingnya gizi bagi balita
|
V
|
V
|
V
|
|
Masi banyak fasilitas posyandu yang belum terpenuhi
|
V
|
V
|
V
|
|
Sekitar 30% warga masih belum memiliki WC pribadi
|
V
|
V
|
V
|
|
Sekitar 30% warga masih buang air besar (BAB) di selokan / sungai
|
V
|
V
|
V
|
|
Sebagian besar masyarakat masih kekurangan air bersih saat musim kemarau
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Sosial
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Sikap masyarakat yang mudah merasa cukup puas.
|
V
|
V
|
V
|
|
Banyak warga miskin yang masih terikat dengan sistem ijon.
|
V
|
V
|
V
|
|
Kompetensi para petani masih kurang
|
V
|
V
|
V
|
|
Sekitar 40% masyarakat usia produktif belum memiliki pekerjaan tetap.
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan :
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Masi terdapat pengangguran, keluarga terlantar (jompo), dan yatim piatu yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan lingkungannya sehingga mereka hidup dibawah standart kelayakan
|
V
|
V
|
V
|
|
Kurang terperhatikannya warga penyandang cacat dalam berbagai kegiatan.
|
V
|
V
|
V
|
|
Sikap masyarakat terhadap jenis usaha tertentu kadang hanya sebatas ikut-ikutan.
|
V
|
V
|
V
|
|
Sekitar 50% kantor Desa minim fasilitas ruangan dan administrasi
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Keagamaan
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
sarana ibadah yang belum memiliki kelengkapan untuk melakukan pelayanan beribadah
|
V
|
V
|
V
|
|
Masih banyak warga masyarakat belum bisa membaca tulis Al-Qur’an
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Sosial dan Budaya
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Warga belum memilki saung budaya dan saung kesenian
|
V
|
V
|
V
|
|
Banyak jenis dan grup kesenian yang masih eksis tapi tidak dikelola dengan maksimal karena minim fasilitas
|
V
|
V
|
V
|
|
Banyak jenis kesenian yang punah dan hampir punah
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah Ekonomi
- Masalah di Bidang Pertanian
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Sarana pendukung pertanian masih kurang
|
V
|
V
|
V
|
|
Bibit tanaman bagi para petani masih kurang
|
V
|
V
|
V
|
|
Masyarakat tidak serentak pada waktu musim tanam dan musim panen
|
V
|
V
|
V
|
|
Tidak tahu perkembangan harga hasil pertanian yang mengakibatkan menjual sesuai harga yang diberikan pengepul
|
V
|
V
|
V
|
- Masalah di Bidang Perdagangan, Koperasi dan Industri
|
MASALAH YANG DIMILIKI
|
LOKASI DUSUN
|
|
DSN
1
|
DSN
2
|
DSN
3
|
|
Masih banyaknya usaha ekonomi produktif yang kesulitan mengakses modal usaha dan mitra usaha.
|
V
|
V
|
V
|
|
Banyak usaha produktif yang berpola tradisional, baik yang berkait dengan pola produksi, teknologi, kemitraan usaha, dan pola pemasaran. Mereka sangat memerlukan sekali pelatihan kewirausahaan / manajeman usaha dan manajemen pemasaran sehingga usahanya tumbuh berkembang dengan baik dan prospektif.
|
V
|
V
|
V
|
|
Kemampuan dan ketrampilan yang sangat kurang menunjang dalam hal peningkatan mutu produksi.
|
V
|
V
|
V
|
|
Kesulitan dalam hal pemasaran hasil produksi dikarenakan banyak produk sejenis yang mutunya lebih baik.
|
V
|
V
|
V
|
|
Tidak ada perhatian dengan diverifikasi usaha.
|
V
|
V
|
V
|
|
Perlunya Penguatan modal BUMDES sehingga dapat berkembang dengan baik
|
V
|
V
|
V
|